Perbandingan Juventus Pada Dua Final Champion

Juventus saat ini berbeda dengan tahun 2015 saat dikalahkan Barcelona.

cardiff final ucl
Dua tahun setelah kalah 1-3 pada final Champion League dari Barcelona di Berlin, Juventus akan berhadapan lagi di final Champion melawan Real Madrid di Cardiff.

Real menjadi lawan yang berat. Ini adalah final ketiga dari 4 musim Real Madrid, dan juga kedua kalinya bagi Juventus dalam 3 tahun.

Paolo Dybala dan Gonzalo Higuain menjadi andalan, dan Buffon sangat tangguh di bawah mistar yang membuat Barcelona tidak mampu mencetak gol.

Apa yang berbeda di sisi Juventus? Berikut 7 perbedaannya.

Rekor baik menuju final.

penyelamatan Buffon

Di musim 2014-15, Juventus tidak tampil seimpresif sekarang. Di masa itu, mereka lolos dari babak grup di bawah Atletico, setelah kalah dua kali 1-0 di Vicente Calderon, dan dari Olympiakos. Juve lolos ke final setelah mengalahkan Borussia Dortmund, Monaco, Real Madrid, sebelum kalah dari Barcelona di final.

Musim ini, Juventus tidak terkalahkan dalam 12 penampilan di Champion League, dengan 9 kemenangan dan 3 kali seri. Mereka menyingkirkan Porto, Barcelona, dan Monaco untuk mencapai final.

Pertahanan lebih solid.

trio bek

Gianluigi Buffon dan trio pertahanan BBC (Barzagli, Bonucci, Chiellini) menjadi kunci solidnya pertahanan Juve. Mereka hanya kebobolan tiga gol di Liga Champion musim ini. Sebelum Mbappe membobol gawang Buffon di semifinal, mereka tidak kebobolan selama 690 menit!

Angka ini jauh lebih baik dari musim 2015, dimana Buffon kebobolan 7 kali.

Formasi lebih efisien.

duet dybala higuiain

Antonio Conte memasang formasi 3-4-3 saat masih melatih Juventus. Namun, formasi ini kemudian berubah ketika Allegri melatih. Saat melawan Real Madrid Juni nanti, BBC akan didukung oleh 2 pemain bertahan di lini tengah dan empat penyerang, Dybala, Cuadrado, Manzukic, dan Higuain, dimana posisi mereka bisa berubah-ubah. Dani Alves dan Alex Sandro dalam performa luar biasa.

Di musim 2015, penyerangan terbatas pada Carlos Tevez dan Alvaro Morata, yang didukung Paul Pogba dan Arturo Vidal.

Perubahan Starting Eleven.

Hanya Buffon, Bonucci, Barzagli yang menjadi pilihan yang sama ketika melawan Barcelona 2 tahun silam, dengan Chiellini mengalami cedera saat itu.

Pogba, Patrick Evra, Tevez, Morata, Andrea Pirlo, dan Vidal digantikan oleh Dybala, Alves, Alex Sandro, Sami Khedira, Miralem Pjanic, Juan Cudrado, Mario Mandzukic, dan Higuain.

Lebih banyak alternatif penyerangan.

Di musim 2014/15, Juve mencetak 17 gol, dengan rata-rata 1,3 gol per laga. Musim ini, mereka tampil lebih baik dengan mencetak 21 gol, dengan rata-rata 1,7 per laga.

Higuain dan Dybala menjadi tumpuan gol Juve, dimana mereka mencetak gol yang sama dengan pencapaian Tevez dan Morata dalam satu musim kemarin, saat masih tersisa 4 pertandingan musim ini.

Pjanic vs Pirlo.

pjanic pirlo

Pirlo menjadi tumpuan dalam penyerangan dan mendukung Pogba dan Vidal pada musim 2015. Musim ini, Pjanic-lah yang memainkan peran tersebut.

Meski lini tengah terlihat kalah dalam beradu fisik, mereka lebih terorganisir.

Rata-rata umur yang lebih muda.

Saat berhadapan dengan Barca dua tahun lalu, rata-rata pemain Juventus adalah 30.18. Allegri melakukan peremajaan dan kini rata-ratanya hanya 29.8. Namun, beberapa pemain senior masih dipakai.

Buffon kini berusia 39, Alves 34, Barzagli 36, dan Chiellini 32.