Lima tim pengganggu di liga 1 musim 2018 yang harus kamu ketahui

Kompetisi paling elit di Indonesia, Liga 1 Gojek Traveloka akan segera dihelat pada tanggal 23 Maret mendatang. Peta kekuatan sering tidak dapat diprediksi dalam perjalanan setiap musim, dan sering mempertontonkan kejutan demi kejutan. Teranyar, kompetisi teratas negeri kita, memunculkan satu monster yang keluar sebagai juara, Bhayangkara FC di musim lalu.

 

Patut untuk diamini bahwa, kemunculan Bhayangkara FC sebagai kekuatan paling solid dan konsisten pada musim lalu luput dari prediksi para pundit sepakbola Indonesia. Tentu melencengnya prediksi para pengamat sepakbola lantaran The Guardian adalah, tim semenjana yang tidak punya basis pendukung kuat apalagi fanatik macam Persib, Sriwijaya, Persija atau pun Arema, namun kenyataanya anak-anak asuh mcMenemy muncul sebagai dinamit pengahancur klub-klub di pentas liga 1 musim 2017 kemarin.

 

Wajar jika kemudian kita mengatakan bahwa, liga Indonesia adalah liganya klub kuda hitam, karena ada banyak pengalaman yang mengarah pada tradisi ini. Tentu yang teranyar adalah, Bhayangkara. Dengan modal keyakinan pada kombinasi pemain muda dan senior, seperti Evan Dimas, Ilham Udin, Putu Gede, dengan Illija Spasojevic, Octivio Dutra, dan gelandang veteran Firman Utina, klub kuda hitam ini muncul sebagai kekuatan yang mematikan.

 

Selain itu, pada dasawarsa 2003 silam, kuda hitam lainnya, Persik Kediri juga mampu menampilkan performa yang sangat kuat dan konsisten. Mereka mampu menjuarai liga Indonesia pada musim itu. Tentu tim Macan Putih menggemparkan seluruh pecinta sepakbola tanah air karena samasekali tidak ada yang mengira bahwa mereka akan dapat menjungkalkan tim-tim besar, sebab mereka hanyalah klub promosi yang cenderung dilihat sebagai pelengkap saja. Namun nyatanya mereka mampu memutar balikkan stigma itu.

 

Dan masih banyak lagi cerita yang sama, seperti tampilnya Persebaya Surabaya sebagai juara medio selanjutnya. Bahkan sebenarnya tradisi ini sudah berurat-berakar sejak lama, seperti ketika Pelita Bandung Raya, dan Petrokimia Gresik mampu tampil apik dan juara pada musim 1996-1997 dan 2002. Jadi liga ini semakin lekat dengan tradisi kuda hitam. Dan itu harus diperhitungkan oleh klub-klub papan atas.

 

Untuk musim ini ada beberapa klub yang bisa membawa daya kejut luar biasa dalam kompetisi liga 1 Indonesia 2018. Diantara klub-klub kuda hitam itu yang pertama adalah, Persipura Jayapura. Klub ini sebenarnya bukanlah klub semenjana layaknya Bhayangkara Fc, Persipura sebenarnya adalah langganan juara, bahkan mereka adalah klub terbanyak mengoleksi piala liga Indonesia. Namun di musim kemaren mereka tidak mampu banyak bicara.

 

Akan tetapi di musim ini, anak-anak mutiara hitam harus diperhitungkan, selain masih banyak pemain senior seperti eks kapten timnas Garuda Boas Salosa, Emmanuel Wanggai, mereka juga punya talenta-telenta muda seperti Pahabol, dan Ian Kabes menjadi sebuah senjata yang amat menakutkan, dan mereka patut untuk diwaspai.

 

Yang kedua ada Barito Putra. Laskar Antasari tampil tidak terlalu buruk musim kemarin. Mereka selalu menyulitkan klub-klub papan atas. Dan musim kemarin merekalah yang dapat menodai jala Gawang PSM Makassar di kandang sendiri. Anak asuh Jaksen F Tiago ini bahkan memberikan suatu kejuatan dengan mempermalukan Bhayangkara FC dalam dua kali bentrok di musim lalu. jadi potensi juara juga sangat terbuka untuk Laskar Antasari.

 

Satu klub promosi yang harus diperhitungkan berdasarkan pengalaman yaitu, PSMS Medan. Anak Ayam Kinantan ini sudah menebarkan ancaman di laga Pramusim dengan berhasil melangkah ke semi final Piala Presiden namun harus tunduk di kaki Persija. Pencapaian ini tentu hal yang luar biasa karena mereka adalah tim promosi. Namun kolektiovitas dan transisi yang diperlihatkan oleh PSMS akan sangat menakutkan buat tim-tim Liga 1 Indonesia musim ini, dan bisa saja mereka akan tampil sebagaimana Bhayangkara, Kediri, dan Persebaya sebagai tim Promosi yang berhasil Juara